Bisnis Internet | Internet Marketing | Blogging Tips | SEO | Motivasi

Bagaimana Kita Menyikapi Perubahan.....

Perubahan sering terjadi pada diri dan jiwa yang dinamis, apalagi buat yang ikutan kompetisi nge-blog Djarum Black, yang biasanya membuat posting sesuai mood yang ada, namun kali ini selain kejar tayang, para blogger peserta kompetisi juga dihadapkan kepada pola pikir yang kreatif dan inovatif dalam menuangkan tulisan-tulisan berkualitas dalam ajang ini di blognya masing-masing. Karena kita tahu Djarum Black terkenal dengan pengusung kreatifitas dan inovatif di setiap event-event yang diselenggarakannya, semisal pada ajang Autoblackthrough, para modifikator pun harus menyikapi perubahan yang ekstrem pada hasil karya mereka agar nantinya bisa dinikmati oleh para pencinta automotif di Indonesia.

Oleh karenanya perubahan-perubahan yang dialami setiap blogger peserta kompetisi haruslah disikapi dengan positif.

Ya. Dunia ini berubah. Hidup kita berubah, cara nge-blog kita pun berubah. Dan secara insting, anda akan bereaksi terhadap perubahan. Perubahan adalah keharusan, dan bereaksi terhadap perubahan adalah sifat dasar kita sebagai manusia. Bertahan terhadap perubahan merupakan reaksi yang normal dan dalam banyak hal amat bermanfaat.

Bahwa itu instingtif, normal dan bermanfaat, dasarnya adalah fakta di mana bertahan adalah termasuk salah satu cara untuk survive. Maka, perilaku kita untuk bertahan atau menolak perubahan, biasanya muncul karena perubahan yang terjadi dianggap mengancam eksistensi dan keselamatan.

Konon, ada empat fase berkaitan dengan cara Anda bereaksi terhadap perubahan. Mulai dari bertahan, sampai kita harus mengakomodasinya.

1. Ignore the Pain

Pertama adalah "mengabaikan rasa sakit". Perubahan jelas memunculkan
rasa sakit atau ketidakpuasan. Pada banyak kasus, Anda akan
mengabaikan efek ini dalam berhadapan dengan perubahan. Dalam
kenyataannya, Anda bahkan mungkin mengabaikan fakta bahwa perubahan
memang sedang terjadi. Anda biasanya akan berkomentar, "mengapa
mereka melakukan ini pada Saya?" atau, "Hal itu tidak akan pernah
terjadi". Anda cenderung menghindari segala informasi yang berkaitan
dengan perubahan.

2. Feel the Pain

Kedua, adalah saat Anda mulai "merasakan sakitnya" sebuah perubahan.
Muncul persepsi-persepsi bahwa perubahan yang terjadi akan berakibat
lebih buruk dari yang Anda perkirakan pada mulanya. Anda mulai
merasakan berbagai kerugian akibat perubahan, dan mulai bernostalgia
tentang indahnya masa lalu. Anda mulai mempertanyakan, "Apakah selama
ini Saya sudah salah langkah?" Anda mulai merasakan bahwa Anda tak
punya pilihan atau kontrol terhadap berbagai perubahan yang secara
langsung ditujukan kepada diri Anda. Fase ini adalah fase terberat di
mana Anda cenderung memilih berbagai langkah berikut ini.

- Diam
Anda mungkin memilih diam dan hanya menjilati luka. Meringkuk di
pojok yang gelap, seperti seekor kucing kampung yang tenggelam dalam
duka dan doa. Anda merasakan sakitnya sendirian. Anda bahkan
tidak membolehkan orang lain memahami apa yang Anda rasakan. Hal ini
secara negatif mulai mempengaruhi perilaku dan produktifitas Anda.

- Marah
Anda mungkin memilih marah tapi berlindung di balik punggung orang-
orang besar. Anda berusaha memanipulasi sistem untuk agenda pribadi.
Maka, moral lingkungan, komunitas dan organisasi mulai terpengaruhi
secara negatif.

- Berontak
Anda mungkin memilih marah dan mengungkapkannya dengan agresif. Anda
tidak memperdulikan lagi perasaan orang lain, dan apa yang ingin Anda
capai adalah menciptakan rasa sakit yang sama pada diri orang lain.
Mereka juga harus merasakannya! Begitulah luapan amarah Anda. Anda
menjadi orang yang menyimpan dendam dan kesumat.

- Mengisolasi diri
Anda mungkin memilih untuk mempertegas batas-batas teritori. Anda
memutuskan bahwa tidak semua hal bisa berjalan sesuai keinginan dan
harapan Anda. Muaranya, Anda mencoba untuk melindungi dan menutupi
berbagai blunder dan kesalahan di wilayah-wilayah yang menjadi
teritori Anda.

- Menaikkan Egoisme
Anda mungkin memilih untuk tidak melakukan sharing terhadap berbagai
informasi jika itu menguntungkan diri Anda. Jika Anda merasa
bahwa kontribusi Anda tidak diakui di mata otoritas dan komunitas,
maka Anda akan menahan berbagai informasi yang mungkin menguntungkan
pihak lain atau bahkan semua pihak. Informasi adalah kekuatan.

3. Heal the Pain

Ketiga, adalah fase di mana Anda mulai "menyembuhkan luka". Fokusnya
adalah diri Anda sendiri, dan bagaimana perubahan akan mempengaruhi
diri Anda. Anda mulai melihat masa depan dan berbagai tantangannya.
Ini adalah titik permulaan yang terhitung baik bagi bagi Anda dan
semua orang di sekitar Anda.

4. Komitmen

Keempat, adalah fase di mana Anda mulai mencari persamaan dan komitmen ke masa depan. Ibarat perkawinan, komitmen ini adalah komitmen seumur hidup demi masa depan dan kesejahteraan bersama. Anda mulai berkolaborasi, dengan diri sendiri, dan dengan orang lain. Fase terakhir inilah, yang memungkin segala hal di masa depan bisa berkembang menjadi lebih baik dan makin baik. Jadi kesimpulan apakah anda nantinya terpilih atau tidak di kompetisi nge-blognya Djarum Black, Anda akan tetap mengalami suatu perubahan kearah positif, karena anda telah merasakan perubahan yang dialami selama anda mengikuti ajang bergensi ini, yaitu berfikir lebih dinamis dan lebih kreatif dalam mengembangkan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi para pembaca anda.

Jadi Siapkah anda berubah..?

Bagaimana Kita Menyikapi Perubahan..... Rating: 4.5 Diposkan Oleh: aan iskandar